Percaya Guardiola Sekali Lagi

Mimpi Manchester City untuk memenangi liga champions kandas dengan sangat mengejutkan usai dikalahkan oleh Lyon, kesebelasan kuda hitam yang hanya finish peringkat 7 di liga domestik. Dengan berakhirnya langkah Manchester City di liga champions maka pada musim ini The Cityzen hanya dapat memenangkan 2 trofi saja. Yang pertama adalah trofi Community Shield yang didapat pada bulan Agustus tahun lalu. Berikutnya adalah Piala Liga Inggris yang berhasil mereka dapatkan usai melalui pertarungan sengit menghadapi Aston Villa di partai final. Namun Manchester City tidak akan puas hanya dengan pencapaian tersebut. Target utama mereka musim ini sebenarnya adalah memenangi liga champions. Trofi liga champions seolah menjadi tolak ukur suatu kesebelasan untuk dapat diakui sebagai salah satu kekuatan terbaik di Eropa. Manchester City dan pemiliknya memiliki ambisi yang sangat besar.

Dapat disimpulkan bahwa pada musim ini target mereka tidak tercapai. Hal ini menyebarkan spekulasi bahwa Pep Guardiola akan didepak. Sepanjang perjalanan karirnya, Guardiola memang belum pernah mengalami pemecatan, lantas apakah ini akan jadi yang pertama kali baginya? Menurut Livescore31 hal tersebut tidak akan terjadi dan Pep akan menghabiskan sisa kontraknya di klub musim depan. Mengapa demikian?

Ada beberapa alasan diantaranya adalah Pep Guardiola tidak benar-benar buruk. Memang musim ini ia hanya berhasil mempersembahkan dua piala ‘kecil’. Namun jangan lupakan catatan prestasi yang berhasil ditorehkan beberapa musim ke belakang. 2 musim yang lalu Manchester Biru berhasil menjadi kampiun dengan rekor poin tertinggi 100 poin serta berhasil menjadi tim paling subur sepanjang sejarah dengan 106 gol. Dan pada musim berikutnya skuat asuhan Guardiola mampu mempertahankan gelar mereka bahkan meraih treble gelar domestik.

Alasan berikutnya adalah proyek jangka panjang yang tengah dibangun Guardiola bekerja sama dengan Txiki Begiristain dan Ferran Soriano. Tidak mudah bagi pelatih berikutnya untuk melanjutkan apa yang telah dimulai oleh Guardiola sejak tiga tahun lalu. Selain itu terlalu sering berganti pelatih akan membuat suatu kesebelasan tidak stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *