Gejala Keracunan Makanan dan Cara Menanganinya untuk Pertolongan Pertama

Makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia, sangat berperan terhadap kesehatannya. Dari makanan manusia akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan sehingga bisa digunakan sebagai bahan metabolisme. Karena itulah kebersihan makanan dan kandungan nutrisinya perlu diperhatikan agar apa yang dimakan sesuai dengan kebutuhan. Akan tetapi bagaimana seandainya makanan yang dimakan justru mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan? Atau makanan tersebut sudah basi dan tak layak dimakan sehingga mengandung bakteri hingga jamur yang bisa mengganggu pencernaan? Jika hal tersebut terjadi, tubuh akan mengeluarkan gejala keracunan makanan dan disaat itulah Anda dan orang di sekelilingnya perlu melakukan tindakan pertolongan pertama.

Untuk menolong dengan tepat seseorang yang diduga keracunan, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu gejala-gejala yang ditimbulkan dari keracunan tersebut agar tidak salah mendiagnosa gejala yang muncul. Jangan sampai gejala sakit perut biasa Anda kira sebagai keracunan dan memberikan pertolongan yang tidak perlu atau kurang tepat. untuk mengetahuinya, berikut ini adalah gejala keracunan baik dari makanan atau minuman yang sering terjadi:

  • Rasa mual dari perut hingga muntah.
  • Diare bahkan diare berdarah disertai dengan rasa sakit di bagian perut.
  • Sakit kepala dan rasa lemas.
  • Perut terasa kram mulai dari 12 jam setelah makan.
  • Dehidrasi akibat diare dan muntah.

Jika anggota keluarga ada yang mengalami gejala-gejala tersebut di atas, segera tanyakan makanan atau minuman apa yang baru dimakan dalam 1 hari tersebut. Jika ada beberapa orang yang makan makanan sama, cek juga kondisi orang lain apakah menunjukkan gejala keracunan. Namun sensitifitas sistem pencernaan satu dan lainnya bisa berbeda-beda sehingga ada beberapa orang yang lebih sensitif namun ada juga yang lebih kebal hingga tidak menunjukkan gejala.

Jika sudah ada gejala-gejala keracunan makanan seperti di atas, Anda bisa memberikan penderita pertolongan pertama dengan cara:

  1. Biarkan penderita muntah atau diare tanpa memberi obat.

Muntah dan diare merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun secara alami. Karena itu Anda jangan memberikan obat anti mual dan anti diare hingga kondisi tersebut berhenti dengan sendirinya.

  1. Tetap berikan makanan yang halus.

Selama masih mual muntah, berikan makanan yang halus seperti nasi, bubur, gandum atau susu. Jangan memberi penderita makanan yang digoreng, dibumbui atau minuman soda.

  1. Minum air.

Beri minum air putih, air kelapa atau susu untuk mencegah dehidrasi.

  1. Beri obat norit atau arang aktif.

Beri penderita obat penetral racun seperti norit dan arang aktif yang bisa dibeli di apotek.

Upaya pertolongan tersebut bisa dilakukan jika gejala keracunan yang dialami penderita terbilang ringan hingga sedang. Namun jika penderita sampai pingsan hingga mengeluarkan busa dari mulut, segera bawa ke rumah sakit karena ditakutkan bukan makanan yang masuk melainkan zat kimia berbahaya.

Agar semua orang terhindar dari keracunan makanan, perhatikan kebersihan dan kondisi makanan yang akan dimakan. Jika membeli bahan makanan atau makanan jadi dengan kemasan, perhatikan label tanggal kadaluarsa. Jangan membeli makanan yang sudah lewat masa pakainya agar tidak memberikan efek buruk terhadap kesehatan. Jaga kebersihan makanan agar tidak dihinggapi lalat dengan menyimpannya di tempat yang tertutup. Selain itu selalu makan makanan yang kaya gizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga mudah melawan zat asing yang masuk dengan potensi mengakibatkan masalah kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *